Kebahagian bukanlah bermaksud menyimpan segala yang terbaik
Bukanlah memiliki wang yang banyak yang membuatkan kita bahagia – tapi menggunakannya
keatas orang lain – Penyelidik Kanada menyarankan.
Sebuah pasukan dari University of British Columbia berkata berbelanja
untuk kebajikan seminima $ 5 (£ 2,52) kepada orang lain sangat-sangat membantu.
Contohnya seperti apabila kita mengeluarkan wang kita untuk infak kepada
saudara kita di Palestin atau program-program kebajikan setempat. Walaupun sedikit
ia membantu!
Staf yang mendapat bonus
dan menghabiskan sebagian dari wang tambahan pada orang lain adalah lebih
bahagia dibandingkan mereka yang menghabiskan bonus pada diri mereka sendiri,
penelitian ditemukan.
Seorang psikologis British
mengatakan amal kebajikan tersebut memberikan peluang kita reflek kepada diri
sendiri- dan bagaimana orang lain melihat mereka.
Jalan kepada kebahagiaan?
Penelitian in itelah yang
dimuat di edisi 21 March, Penerbitan Sains.
"Dan pengeluaran wang pada
orang lain mungkin merupakan jalan yang lebih efektif untuk kebahagiaan
daripada pengeluaran wang pada diri."
Professor Elizabeth Dunn, University
of Columbia Profesor Elizabeth
Dunn, Universitas Columbia
Para peneliti pertama
sekali melakukan survey terhadap 630 orang dengan meminta mereka untuk menilai
kebahagiaan secara umum, laporan tahunan pendapatan mereka dan memberikan rincian
pengeluaran mereka termasuk agihan bulanan, hadiah untuk diri sendiri, hadiah
untuk orang lain dan sumbangan untuk amal kebajikan.
Profesor Elizabeth Dunn,
yang memimpin penelitian, berkata: "Kami ingin menguji teori kami bahwa
cara orang menghabiskan wang mereka adalah sekurang-kurangnya sama pentingnya dengan
berapa banyak wang yang mereka peroleh."
"Biarpun berapa banyak
pendapatan yang dibuat setiap orang, siapa yang membelanjakan wang lain untuk
orang lain melaporkan memiliki tahap kebahagian yang lebih tinggi, sementara
orang-orang yang lebih pada dirinya sendiri tidak."
Pasukan ini kemudian
menilai kebahagiaan dari 16 pekerja di sebuah perusahaan di Boston, baik
sebelum mahupun setelah mereka menerima mereka keuntungan-hasil bonus, yang
berkisar antara $ 3000 (£ 1514) dan $ 8000 (£ 4039).
Ternyata ia bukan ukuran
bonus yang mereka risaukan, tetapi apa yang dikeluarkan oleh mereka terhadap
orang lain.
Orang-orang yang memberikan
lebih dari mereka bonus sebagai hadiah kepada orang lain, atau untuk amal,
dilaporkan secara konsisten memperoleh kebaikan yang lebih dibandingkan perkeja
yang hanya menghabiskan wang pada keperluannya.
Dalam percubaan lain, para peneliti memberikan 46 orang $ 5 atau $ 20,
meminta mereka untuk menghabiskan wang itu sebelum jam 5 petang.
Setengah peserta
diinstruksikan untuk menghabiskan wang pada diri mereka sendiri, dan setengah
orang ditugaskan untuk menghabiskan uang pada orang lain.
'Dilihat sebagai
altruis'
Orang-orang yang
membelanjakan uang pada orang lain dilaporkan merasa lebih bahagia pada akhir
hari dari orang-orang yang membelanjakan wang pada diri mereka sendiri, tidak
peduli berapa banyak yang telah diberikan.
Dr Dunn berkata:
"Studi ini memberikan bukti awal bagaimana orang-orang yang menghabiskan wang
mereka mungkin sama pentingnya untuk kebahagiaan mereka sebagai bagaimana
mereka mendapatkan banyak wang.”
"Dan pengeluaran wang
pada orang lain mungkin merupakan jalan yang lebih efektif untuk kebahagiaan
daripada pengeluaran wang pada diri."
“Jika saya berikan
kepada Anda, Anda tidak cenderung untuk menyerang dan lebih mungkin untuk
beramah-tamah dengan saya”
Dr George Fieldman, Buckinghamshire New University Dr George Fieldman,
Buckinghamshire baru Universitas
Dr George Fieldman, seorang
psikologist di Universitas New Buckinghamshire, berkata: "Memberikan
sebagian amal kebajiakan membuat Anda merasa lebih baik kerana Anda satu
kumpulan besar. Anda juga dianggap sebagai seoarang altruis.
"Pada tingkat
individu, jika saya berikan kepada Anda, Anda tidak cenderung untuk menyerang
dan lebih mungkin untuk beramah-tamah dengan saya."
Di adaptasi daripada BBC
» Post Comment
Only registered users can write a comment. Please login or register.
» 1 Comment
1Comment at Friday, 07 November 2008 00:15by karaniena
According to Wabisah bin Ma'bad, radiyallahu 'anhu, who said:
I came to the Messenger of Allah, sallallahu 'alayhi wasallam, and he said: "You have come to ask about righteousness ?" " Yes," I answered. He said: "Consult your heart. Righteousness is that about which the soul feels tranquil and the heart feels tranquil, and sin is what creates restlessness in the soul and moves to and fro in the breast, even though people give you their opinion (in your favour) and continue to do so."
[A good hadith transmitted from the Musnads of the two Imams, Ahmad bin Hanbal and Al-Darimi]