Please login or register.
News
Content Category
Artikel Tarbiyyah
Adab Berbicara, Berdebat dan Mendengar Pendapat | Adab Berbicara, Berdebat dan Mendengar Pendapat |
|
|
|
| Written by admin | |
| Friday, 16 November 2007 | |
|
1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi SAW disebutkan: 2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:
3. Seimbang dan menjauhi berlarut-larutan, berdasarkan sabda nabi SAW:
4. Menghindari banyak berbicara, karena khuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il:
5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau SAW mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila beliau SAW mendatangi rumah seseorang maka beliau SAW pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari) 6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW:
7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi SAW:
Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW:
8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabi SAW:
9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi SAW:
10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi SAW:
11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi SAW:
12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW:
13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi SAW dari AbduRRAHMAN bin abi Bakrah dari bapaknya berkata:
ADAB MENDENGAR 1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37) 2. Tidak memotong/memutus pembicaraan 3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis) 4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa. 5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara ADAB MENOLAK / TIDAK SETUJU 1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian 2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal 3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara 4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih 5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit 6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu sebelum mengomentari yang salah 7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat 8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi 9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya 10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati. Wamaa taufiiqi illaa biLLAAH, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib. » Post Comment
Only registered users can write a comment.
Please login or register.
» No Comments
There are no comments up to now.
|
|
| Last Updated ( Thursday, 01 May 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|