|
Kenapa Kita Perlu Beristigfar 70 atau 100 Kali Lebih Sehari ? |
|
|
|
|
Monday, 25 January 2010 19:44 |
|
Imam Bukhari rahimahullah berkata di dalam Shahihnya, di kitab ad-Da’awaat:
Bab. Istighfar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sehari semalam.
Abul Yaman menuturkan kepada kami. Dia berkata: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari az-Zuhr’i. Dia berkata: Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku. Dia berkata: Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (Shahih Bukhari cet. Maktabah al-Iman, hal. 1288. Hadits no 6307)
Imam Muslim rahimahullah berkata di dalam Shahihnya, di kitab adz-Dzikr wa ad-Du’aa’ wa at-Taubah wa al-Istighfar:
Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata: Ghundar menuturkan kepada kami dari Syu’bah dari Amr bin Murrah dari Abu Burdah, dia berkata: Aku mendengar al-Agharr dan dia adalah termasuk sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia menyampaikan hadits kepada Ibnu Umar. Ketika itu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai umat manusia, bertaubatlah kepada Allah. Kerana sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari kepada-Nya seratus kali.” (Shahih Muslim yang dicetak bersama syarahnya jilid 8, hal. 293. Hadits no 2702)
Itulah gambaran istigfar Nabi saw. agar di contohi oleh kita kaum Muslimin. Persoalan yang timbul mengapa pesuruh Allah yang maksum ini melakukan sedemikian sedangkan begitu banyak janji kemenangan dan syuga telah Allah kurniakan kepada baginda saw.. Bahkan bukan itu sahaja, jika dilihat dari sudut jihad baginda saw. dalam menegakkan hukum Allah, itu sebenarnya lebih jauh untuk membuktikan kesungguhan dan keikhlasan baginda saw..
An-Nawawi rahimahullah berkata setelah menjelaskan kandungan hadits ini, “Adapun kita -apabila dibandingkan dengan Nabi- maka sesungguhnya kita ini jauh lebih membutuhkan istighfar dan taubat -daripada beliau-…” (Syarh Muslim [8/293]).
Benarlah apa yang dikatakan oleh an-Nawawi, semoga Allah merahmati dan mengampuni kita dan beliau. Kurun baginda saw. adalah kurun yang terbaik yang telah membukan ruang kepada perkembangan Islam hingga ke hari ini. Kurun yang di penuhi dengan generasi yang hidup dengan Al-Quran dan segala lapangan. Tetapi mereka juga tidak lekang daripada senantiasa bertaubat kepada Allah swt..
Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ahmad bin Yunus dari Abu Syihab dari al-A’masy dari ‘Umarah bin ‘Umair dari al-Harits bin Suwaid dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti orang yang sedang duduk di bawah kaki bukit dan khawatir kalau-kalau bukit itu akan runtuh menimpanya. Adapun orang yang fajir/pendosa maka dia melihat dosa-dosanya seolah-olah seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya lalu dia usir dengan cara begini.” Abu Syihab berkata, “Maksudnya adalah dengan sekedar menggerakkan tangan di atas hidungnya.” … (lihat Shahih Bukhari, hal. 1288)
Marilah kita hidupkan Sunnah/ajaran yang telah banyak ditinggalkan manusia ini, ayyuhal ikhwah -wahai saudaraku- semoga Allah menggolongkan kita di antara hamba-hamba-Nya yang beruntung.
|
|
Last Updated on Monday, 25 January 2010 19:44 |
|
|
Friday, 04 December 2009 19:47 |
|
Ibrahim al-Khawwash rahimahullah berkata, “Hakekat kesabaran itu adalah teguh di atas al-Kitab dan as-Sunnah.” (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [3/7]). Ibnu ‘Atha’ rahimahullah berkata, “Sabar adalah menyikapi musibah dengan adab/cara yang baik.” (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [3/7]). Abu Ali ad-Daqqaq rahimahullah berkata, “Hakekat dari sabar yaitu tidak memprotes sesuatu yang sudah ditetapkan dalam takdir. Adapun menampakkan musibah yang menimpa selama bukan untuk berkeluh-kesah -kepada makhluk- maka hal itu tidak meniadakan kesabaran.” (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [3/7])
|
|
Bagaimana Anda Selepas Usrah? |
|
|
|
|
Monday, 26 October 2009 18:39 |
|
Bila kita sama-sama melabuhkan tirai
Oleh: Hussaini
"Usrah itu dimulakan dengan Kafarah al-Majlis dan Surah al-Asr. Diakhiri dengan Surah al-Fatihah"
Begitulah tarbiyyah mengajarkan kita. Pembinaan ummah ini memerlukan lebih daripada 1 atau 2 atau 3 jam seminggu daripada seorang muslim itu. Pengorbanannya, untuk tajarrud ilallah, untuk meletakkan dalam dirinya, 100% untuk perjuangan ini, melebihi kepentingan peribadi pada setiap detik, hinggalah di saat-saat akhir itu. Hinggakan matinya juga diharapkan menguntungkan islam, seperti matinya ghulam dalam hadis ghulam ad-dakwah, tafsir kepada Surah al-Buruj.
|
|
Last Updated on Tuesday, 27 October 2009 16:53 |
|
Wednesday, 21 October 2009 18:42 |
|

Oleh: Azizul Salehuddin, Chez
Kenderaan bermotor dan bahan api tak dapat dipisahkan. Ada kenderaan bermotor menggunakan petrol, ada yang guna benzene, ada yang guna kerosene, ada juga yang guna NGV. Kenderaan hybrid terbaru menggunakan hydrogen sebagai bahan api. Bagi kereta biasa di Malaysia, bahan api yang popular adalah petrol tanpa plumbum RON 98. Walau apa pun bahan api yang digunakan, yang penting, ia diperlukan untuk menghidupkan enjin seterusnya menggerakkan kereta.
|
|
Last Updated on Wednesday, 21 October 2009 18:49 |
|
Perspektif Al-Fahmu Yang Diinginkan Atas Setiap Ikhwah |
|
|
|
|
Tuesday, 18 August 2009 21:31 |
|
Oleh: Muhamad Abdul Halim Hamid
Dalam Rukun Bai’at yang sepuluh imam Syahid Hasan Al-Banna meletakkan rukum Al-Fahmu pada urutan pertama dan menjadi penunjang akan esensi yang harus dilakukan oleh seorang ikhwah, jika al-fahmu dapat dikuasai maka nescaya seorang ikhwah tidak akan sulit memahami Islam secara kaffah seperti yang difahami oleh gerakan Ikhwanul Muslimin, dan memahami apa yang seharusnya dilakuakan oleh seorang ikhwah dalam berbagai langkah dan kehidupannya bersama gerakan Ikhwanul Muslimin.
|
|
33 Faktor Yang Membuahkan Kekhusyu'an Dalam Sholat |
|
|
|
|
Sunday, 21 June 2009 20:44 |
|
﴿ 33 سبباً للخشوع في الصلاة ﴾
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid
Daar Al-Wathan
PERTAMA : Bersungguh-sungguh untuk mendapatkan kekhusyu'an dan apa yang menguatkannya:
1. Bersiap diri untuk menunaikan shalat, diantaranya dengan menjawab adzan dan berdoa setelah adzan dengan doa yang ada tuntunannya, selain itu berdoa antara saat adzan dan iqamah, berwudhu dengan baik, membaca basmalah sebelum berwudhu, berdzikir dan berdoa setelah wudhu, bersiwak, mengenakan pakaian yang bersih, bersegera menuju masjid dan berjalan dengan tenang lalu menunggu shalat, juga merapatkan dan menyusun barisan shaf.
|
|
Last Updated on Wednesday, 05 August 2009 07:04 |
|
Membina Diri Menjadi Murabbi |
|
|
|
|
Sunday, 21 June 2009 10:40 |
Menjadi orang yang shalih dan mushlih adalah buah yang kita harapkan dari proses pembinaan yang kita jalani. Shalih secara pribadi dan mengupayakan tumbuh kembangnya keshalihan pada orang lain merupakan teladan dari Rasulullah SAW dan para salafushshalih yang sepatutnya kita ikuti. Alhamdulillah, saat ini sangat banyak di antara kita yang mendapatkan kesempatan menjadi mentor atau murabbi baik di kampus maupun sekolah. Sesungguhnya yang kita inginkan bukanlah semata banyaknya jumlah adik mentor atau mutarabbi kita.
|
|
Sunday, 21 June 2009 09:50 |
|
Misi keberadaan kita di dunia ini tiada lain kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam. Allah Subhanahu Wa ta’ala berfirman, artinya : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. 21 : 107). Rahmat dalam pengertian menebarkan kasih sayang dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat.
Pelaksanaan misi mulia tersebut mengharuskan kita untuk terjun dalam ranah dakwah. Ya, dakwah. Mengapa? Sebab hanya jalan dakwah –sesuai tuntunan dan contoh nabi tentunya - kasih sayang dan manfaat yang sebesar-besarnya bisa sampai dan dirasakan oleh manusia bahkan alam semesta. Sedangkan jalan selain dakwah adalah jalan yang penuh ketidakpastian dan keraguan. Jalan yang seringkali menggelincirkan seseorang kepada sikap egois . Jalan yang tidak menghantarkan pada misi mulia keberadaan manusia.
|
|
Realiti Pemuda : Antara Khalifah Dan Robot |
|
|
|
|
Tuesday, 25 November 2008 20:45 |
|
Kiriman :Shazwan al-Muhandith
6:165. Dan Dia lah Yang menjadikan kamu khalifah di bumi dan meninggikan setengah kamu atas setengahnya Yang lain beberapa darjat, kerana ia hendak menguji kamu pada apa Yang telah dikurniakanNya kepada kamu. Sesungguhnya Tuhanmu amatlah cepat azab seksaNya, dan Sesungguhnya ia Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
|
|
Last Updated on Saturday, 02 May 2009 13:22 |
|
Amar Ma'ruf Nahi Mungkar; Satu Peringatan |
|
|
|
|
Friday, 21 November 2008 15:54 |
|
Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan satu kerperluan yang sangat penting bagi meneruskan kelangsungan hidup masyarakat. Oleh kerana itu kedua – dua hal ini harus ditegakkan di tengah masyarakat. Bahkan, dikalangan orang – orang yang berbuat mungkar, diantara mereka sendiri wajib saling melarang perbuatan mungkar.
|
|
Last Updated on Wednesday, 11 February 2009 14:34 |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
|
Page 1 of 6 |